sometimes I feel like deciding to sit in the living room is the worst decision I've ever made. It is called living room but I don't think anything 'live' there. It is only for pointing out what's wrong with me.
februari yang lalu, ada anak laki-laki berlarian di bawah hujan memakai hoodie ungu tua "ngapain?" "cari pemantik," kedinginan? zaman modern ini kedingingan saat hujan lalu cari pemantik? atau mau merokok? ternyata ia nyalakan kembang api
"padahal malem ini line up -nya joji loh, john," johnny hanya memandang perempuan di depannya, sedikit tersenyum. yang dipandangi itu hanya cemberut membuang pandangannya ke gerbong-gerbong kereta yang kiranya nanti akan mengantar johnny pulang, sebentar saja katanya. "iya, gila udah ditungguin empat bulan ternyata tetep aja nggak jadi nonton," "kenapa, sih? harus sekarang banget baliknya?" perempuan itu akhirnya menatap laki-laki di depannya, yang masih tersenyum. "ada urusan kampus, mendadak. harus aku sendiri yang ambil dokumennya," johnny membetulkan posisi ranselnya. cuma sedikit barang yang ia bawa pulang, hanya untuk satu dua hari. tapi mungkin bagi perempuan di depannya itu satu dua hari tetap harus dilewati bersama johnny, dua tiket konser untuk malam ini sudah empat bulan ia pajang di dinding kamarnya. " I see, kampus loves you more , ya," but I love you most, johnny.
"do you feel 'new'?" "no, absolutely not" "so why did you do that?" "what? cut my hair?" "yes, by yourself" "I just feel better, I guess" he didn't understand, he will never understand "your fingers between my hair, I need to get rid them."
Komentar
Posting Komentar